ASAL USUL BANYUWANGI VERSI SUNAN KALIJAGA

beberapa cuplikan dari serat darmo gandul:

”Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong, nanging wong loro mau banjur musna. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa, wusana banjur ngandika marang Sunan Kalijaga: ”Ing besuk nagara Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi, dadiya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Dene samêngko Sabdapalon isih nglimput aneng tanah sabrang.”

  • “Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong, namun orang dua itu kemudian raib. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kalijaga : “Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi, jadikan ini sebagai tanda kembalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. Sekarang ini Sabdo Palon masih berkelana di tanah seberang.”

Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijaya berpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali.

. Paduka itu raja mulia tenti tidak akan khilafkepada kata-kata hamba ini.””Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?” tanya PrabuSabdopalon berkata dengan sedih, “Ikut agama lama, kepada agama baru tidak!Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa namahamba, Sabdapalon? Sabda artinya kata-kata, Palon kayu pengancing kandang.Naya artinya pandangan, Genggong artinya langgeng tidak berubah. Jadi bicarahamba itu, bisa untuk pedoman orang tanah Jawa, langgeng selamanya.””Bagaimana ini, aku sudah terlanjur masuk agama Islam, sudah disaksikan Sahid, akutidak boleh kembali kepada agama Buda lagi, aku malu apabila ditertawakan bumilangit.””Iya sudah, silahkan Paduka jalani sendiri, hamba tidak ikut-ikutan.”Sunan Kalijaga kemudian berkata kepada Sang Prabu, yang isinya janganmemikirkan yang tidak-tidak, karena agama Islam itu sangat mulia.Ia akan menciptakan air yang di sumber sebagai bukti, lihat bagaimana baunya. Jikaair tadi bisa berbau wangi, itu pertanda bahwa Sang Prabu sudah mantap kepadaagama Rasul, tetapi apabila baunya tidak wangi, itu pertanda jika Sang Prabu masihberpikir Budha.Sunan Kalijaga kemudian mengheningkan cipta. Seketika air sumber menjadi berbauwangi. Sunan Kalijaga berkata kepada Sang Prabu, seperti yang sudah dikatakan,bahwaSang Prabu nyata sudah mantap kepada agama Rasul, karena air sumberbaunya wangi.

” Sang Prabu mendengar kata-kata Sabdapalon dalam batin merasa sangatmenyesal karena telah memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Buddha.Lama beliau tidak berkata. Kemudian ia menjelaskan bahwa masuknya agama Islamitukarena terpikat kata putri Cempa, yang mengatakan bahwa orang agama Islam itukelak apabila mati, masuk surga yang melebihi surganya orang kafir.Sabdapalon berkata sambil meludah, “Sejak jaman kuno, bila laki-laki menurutperempuan, pasti sengsara, karena perempuan itu utamanya untuk wadah, tidakberwewenang memulai kehendak.” Sabdapalon banyak-banyak mencaci Sang Prabu.”Kamu cela sudah tanpa guna, karena sudah terlanjur, sekarang hanya kamu kutanya,masihkah tetapkah tekadmu? Aku masuk agama Islam, sudah disaksikan oleh siSahid, sudah tidak bisa kembali kepada Buddha lagi.”Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. Ketikaditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi, tetapi tidak berada di situ,hanya menepati yang namanya Semar, artinya meliputi sekalian wujud, anglelakalingan padang.Sang Prabu bersumpah, besok apabila ada orang Jawa tua, berpengetahuan, yaitulahyang akan diasuh Sabdapalon. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. SangPrabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong, tetapi kedua orangtersebut musnah. (=tiba-tiba menghilang; red: bandingkan pencapaian kedua orang inidengan kisah para arahat pada jaman Sakyamuni Buddha)Sang Prabu kemudian menyesal dan meneteskan air mata. Kemudian berkata kepadaSunan Kalijaga, “Besok Negara Blambangan gantilah nama dengan NegaraBanyuwangi agar menjadi pertanda kembalinya Sabdapalon ke tanah Jawamembawa asuhannya. Adapun kini Sabdopalon masih dalam alam Ghaib.”

sumber lain:

Berikut cuplikan sejarah prabu brawijaya yang akan menyebrang ke pulau bali akibat majapahit telah dikuasai raden patah……”Sunan Kalijaga meminta bukti ketulusan Sang Prabhu dalam memeluk Islam. Sunan Kalijaga memohon untuk memotong rambut panjang Sang Prabhu. Dengan sebilah keris, setelah diijinkan, Sunan Kalijaga memotong rambut beliau. Tapi ternyata…, tidak satu helai-pun terpotong. Sekali lagi, Sunan Kalijaga meminta keikhlasan Sang Prabhu memeluk Islam, dan sekali lagi Sunan Kalijaga memotong rambut beliau. Kali ini, terpotong sudah. Namun, Sunan Kalijaga belum puas, menjelang berangkat kembali ke Trowulan, Sunan Kalijaga mengambil air comberan yang berbau tidak sedap dimasukkan kedalam sebilah bambu. Dihadapan Sang Prabhu, beliau menyatakan, bahwasanya apabila air comberan ini sesampainya di Trowulan airnya berubah tidak berbau busuk, nyata sudahlah Sang Prabhu telah lahr bathin masuk Islam.Berangkatlah rombongan itu ke Trowulan,sesampainya di Trowulan, disambut dengan suka cita oleh masyarakat Trowulan. Air dalam bilah bambu dicurahkan oleh Sunan Kalijaga, dan ternyata, bau busuknya hilang, bahkan airnya berubah jernih. Untuk mengingat kejadian itu, Blambangan diubah namanya menjadi BANYUWANGI hingga sekarang.

Komentar

  • ozzi  On Februari 15, 2012 at 2:12 am

    serat dharmagandul menurut sumber msh belum jelas pengarangnya, sbagian besar mengambil dari serat khadiri yg notabene hasil karangan voc/belanda.

  • EDO  On April 28, 2012 at 10:06 pm

    jieh…ngomong paran ikai..sing ngertai….alahhh…omongane wong2 bengen kau sing ono cukup bukti…ayooo…endi serate acake…nono wis…ngomplong been ring umyah…

    • osingkertarajasa  On April 29, 2012 at 8:45 am

      iku arane versi serat darmo gandul wyak…..

      • dayat  On Juli 27, 2013 at 4:36 am

        Identitas penulis Serat Darmagandul tidak jelas. Demikian juga latar belakang dan masa penulisannya. Sebagian besar kalangan meyakini bahwa Serat Darmagandul ditulis pada masa transisi antara runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak. Jika asumsi ini benar, maka latar belakang penulisan Serat Darmagandul bisa ditebak yaitu kegundahan hati penulis Serat melihat banyaknya rakyat Majapahit yang memeluk agama Islam dan meninggalkan agama Budha secara masal. Namun jika asumsi tersebut salah maka identitas penulis Darmagandul tetap bisa diidentifikasi sebagai oknum yang menderita islamophobia dan sekaligus menunjukkan kebencian terhadap eksistensi Islam. lebih jelasnya http://susiyanto.wordpress.com/2008/08/07/jejak-syariah-phobia-dalam-pemikiran-jawa/

  • yudi darmawan  On Mei 7, 2012 at 3:25 pm

    Ini sangat menyesatkan,asal usul nama banyuwangi bukan dari mata air nya kanjeng sunan kalijogo.tapi atas tragedi putri blambangan yg di tuduh selingkuh oleh raja.maka si putri menceburkan diri kesungai yang kotor daN keruh. Sebelum terjun dia bersabda”kalau air sungai ini berbau tidak sedap,maka hamba memang selingkuh,tapi bila air sungai ini berubah jernih dan harum,maka hamba tidak pernah selingkuh” sesudah putri terjun kesungai,secara tiba” air sungai berubah jernih dan berbau harum atau wangi.itu yang benar,jadi tolong jangan menyesatkan,dan mengobrak abrik sejarah blambangan dan banyuwangi!!!

  • Janda  On Juni 28, 2012 at 12:58 pm

    Hi iku bahasa janger tah

  • Kang Mas FX  On September 10, 2012 at 1:32 pm

    kadung kakeen versi digi, kudu percoyo hang endi ikai anak putune?
    polae selama iki hang di weruhi masyarakat yo versi hang di ceritakno kang yudi iku… isun yo buru ngerti iki kadung ternyata ono versi hang liyane.
    kelendi ro iki beng? wkwkwk

  • taufik laros  On September 26, 2012 at 11:35 am

    Hang bener iki hang ndi ndaneh ison dadi bingung soale kari akeh versine yoo

  • linda  On Februari 14, 2013 at 12:53 pm

    Terima kasih atas infonya kami harap mampir kesini http://www.unsri.ac.id

  • suroso ciptoyuono  On Februari 20, 2013 at 1:34 am

    Politik islam emang terkenal dng politik mistik….karna demi cita cita repitalisme muslim apapun critanya…”anehnya aja kitab sucinya umat agama tak ada bukti yg mampu menyumbat meletusnya Galunggung ..gunung merapi krakatau stel ..dn rohsulpun tak mampu memprediksi sunami…Apakah Agama rosul mampu menyembat luapan lumpur lapindo…

  • Hey! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out and tell you I genuinely enjoy reading through your blog posts.
    Can you suggest any other blogs/websites/forums that cover the same subjects?
    Thanks a ton!

  • nikita jane sparaw  On April 16, 2013 at 5:54 pm

    fersi sunan kali jaga ACLAK,,

    • osingkertarajasa  On Mei 5, 2013 at 12:36 pm

      arane byaen FERSI…sopo byaen biso beng.. percoyo tah osing balik nyang awake dewek2

  • www.slideshare.net  On Juni 20, 2013 at 4:52 pm

    Good respond in return of this question with solid arguments and telling the whole
    thing regarding that.

  • hedy  On September 24, 2013 at 12:37 pm

    he lare, kelendi seh?

  • Kang mani  On Desember 8, 2013 at 7:13 am

    Kadong ison percoyo ceritane kang yudi

  • Susilo Tomo  On Februari 2, 2014 at 2:38 pm

    tendensius

  • yo2n sumberejo (mangli)  On Juli 15, 2014 at 8:31 am

    apapun fersinnya yg penting minumnya teh botol byaen weeehh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: