wong osing yg tercecer

menurut penelitian pada tahun 1930-an, penduduk beberapa desa seperti Biting , Gemiri,puger di Jember, Blendungan di Bondowoso serta Paiton di Situbondo diketahui juga sebagai penutur Bahasa Osing yang berdiam di luar wilayah Banyuwangi.

“arep nyang ndi man? arep nyang paiton hulung lek, marani bibik iro”…. gedigu bengen rungu gesahe wong liwyat .

kiro2 klendi critane ndane wong blambangan hampek gyadug mrono(luar daerah bwi)…

mohon pencerahan…

Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman · 30 November pukul 8:22

  • Widi Sayu Wiwit kocap ring puger isun pernah krungu kang..
    30 November pukul 9:24 melalui seluler · Suka · 1
  • Iraa Rachmawati Sebagai hasil perkembangan sejarah Blambangan, hampir seluruh Ka-residenan Besuki mulai awal Blambangan di Lumajang kemudian di Panarukan (Situbondo) kemudian kembali ke Puger, Jember terus kembali ke Bayu (Song-gon), Macan Putih-Kabat, Wijenan-Singonjuruh, Lateng-Rogojampi, Ulu Pang-pang-Benculuk, kemudian ke Banyuwangi 24 Oktober 1774. Dari pengalaman sejarah itu, maka Bahasa Using tentunya sesuai dengan dinamika sejarah Blambangan. Persebaran bahasa Using di luar Kabupaten Banyuwangi, kan-tong-kantong penutur Bahasa Using antara lain; di Pato’an, Panarukan-Situ-bondo, dan Desa Blendungan-Bondowoso. Sedangakan di Kabupaten Jember, komunitas penutur Bahasa Using cukup banyak karena dalam sejarahnya, in-digienuis people (penduduk asli Jember) sebenarnya adalah “Wong Using”, ka-rena pengaruh orang Madura dan orang Jawa akhirnya Wong Using di Jember menjadi minoritas. Sisa-sisa komunitas Using di Jember:

    1. Kampung Using (dekat stasiun kereta api kota Jember)
    2. Biting, Arjasa, Jember
    3. Desa Kemiri, Kecamatan Panti
    4. Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan
    5. Kecamatan Puger (mayoritas Using)

    Penutur bahasa Using yang mayoritas di kabupaten Banyuwangi adalah di daerah:

    1. Kecamatan Giri
    2. Kecamatan Glagah
    3. Kecamatan Kabat
    4. Kecamatan Rogojampi
    5. Kecamatan Singonjuruh
    6. Kecamatan Songgon
    7. Kecamatan Licin

    Penutur Bahasa Using yang minoritas di Kabupaten Banyuwangi, antara lain:

    1. Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran.
    2. Genteng Wetan dan Kembiritan, Kecamatan Genteng.
    3. Kampung Using di sekitar belakang terminal Jajag, Kecamatan Gambiran.
    4. Desa Keradenan dan Grajakan, Kecamatan Purwohardjo.
    5. Kampung Using di Tembok Rejo dan Blambangan, Kecamatan Muncar.

    Penutur Bahasa Using yang imbang di kabupaten Banyuwangi, antara lain:

    1. Kecamatan Cluring.
    2. Kecamatan Srono.
    3. Kecamatan Sempu.
    4. Kecamatan Kalipuro.
  • Iraa Rachmawati Persamaan dan Perbedaan Penuturan Bahasa Using Jember (BJUJ) dengan Bahasa Jawa Using Banyuwangi (BJUB)

    Persamaan

    Sama-sama mengenal diftongesasi, seperti “roti” menjadi “rotai”, “albertini” menjadi “albertinai”, “guru” menjadi “gurau”, dan lain-lain (lihat tabel I).

    Perbedaan

    1. Bahasa Jawa Using Jember tidak mengenal glotalisasi, sedangkan Ba-hasa Jawa Using Banyuwangi mengenal glotalisasi. Contoh: BJUJ (Ba-hasa Jawa Using Jember): ayo dibaca ayo, mrono dibaca mrono, guru dibaca guru, biru dibaca biru. Sedangkan Bahasa Jawa Using Banyu-wangi (BJUB), misalnya: tahu dibaca tahu’, tempe dibaca tempe’, dan lain-lain (lihat tabel II).

    2. Perbedaan leksikon tau arti kata. Contoh; kembang melati (dalam BJUJ), sedangkan kembang menur (BUJB) mempunyai arti yang sama. Semangka (BJUJ), Blungking (BUJB), permen (BJUJ), mut-mutan (BJUB), tewel (BJUJ), tombol (BJUB), pelem (BJUJ), poh (BJUB), nyai (BJUJ), adon (BJUB).

    Mengapa terjadi perbedaan antara Bahasa Jawa Using Jember dengan Bahasa Jawa Using Banyuwangi? Kemungkinan terjadi karena secara geogra-fis letak Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi dipisahkan oleh pegu-nungan dan jaraknya cukup jauh, yakni 105 km. Selain itu, isolasi geografis Jember-Banyuwangi baru dibuka transportasi terowongan Merawan-Jember tahun 1903, sehingga transportasi-komunikasi antara masyarakat Jember dan Banyuwangi bisa lancar. Selain itu juga karena masyarakat etnik Using di Ka-bupaten Jember termasuk masyarakat Using pinggiran dan jauh dari pusat bu-daya Using yang terletak di Kabupaten Banyuwangi. Hal ini sejalan dengan teori dialektologi, bahwa apabila wilayah pakai suatu bahasa itu semakin jauh dari pusat budaya, maka besar kemungkinan terjadi perbedaan dalam bahasa itu (Arya Trohaidi; 1988). Dengan kenyataan yang demikian, maka dalam ma-syarakat Using di Kabupaten Jember mungkin tidak lagi terdapat local genius. Hal lain yang juga berpengaruh adalah bahwa masyarakat Using di Kabupaten Jember berada dalam kondisi lingkungan yang terbuka sehingga banyak men-dapat pengaruh dari kelompok masyarakat yang lain, seperti Jawa dan Madura yang memang tercatat juga sebagai penduduk Jember. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa Bahasa Jawa dan bahasa Madura ikut mempe-ngaruhi Bahasa Jawa Using Jember.
    (mengenal sejarah dan budaya banyuwnagi)
  • Widi Sayu Wiwit isun lan wong liyan hang ring gambiran mage tetep nganggo boso using..
  • Rofik Laros mantab,. kesuwun pencerahane mbak ira.
  • Rofik Laros cocog wid, taping rungu2 hang ring gambiran kejepit pisan.iyo ta ndane?
  • Sumono Abdul Hamid Deslocating System ( Raffles) Pembunuhan Besar 2besaran ( Hageman ) Tumpas Kelor ( DR. Sri Margana ) ….= GENOcida Blambangan itu dimulai dari Lamajang kemudian berkembang menjadi Lumajang, Kedawung ( Jember) , Situbondo , Bondowoso , Banyuwangi.Kerajaan Blambangan itu setingkat Nararya ….daerah perdikan tetapi setingkat dibawah Majapahit.Ketika masa masa prabu Hayamwuruk….beliau mengangkat putra satu satunya dari selir menjadi Bhree Wira Bhumi ….kata Bhumi menunjuk kepangkatan tertinggi dalam kerajaan Majapahit ……baca selengkapnya di tulisan saya …..Damarwulan , Menakjinggo, Blambangan versi realitas sejarah……..Pada tahun 1750 jumlah penduduk didaerah kawasan Blambangan menurut Hageman sekitar 100 ribu….menurut Sir Stanford Raflles diperkirakan 80 ribu….menurut Drs I Made Sudjana MA ….masa tahun itu disebut zaman Kertayuda…sebagai kelanjutan masa makmur Tawangalun II ( DR. Sri Margana)…….Raffless dan Hageman kemudian mencatat pada tahun 1811 tinggal 8 ribu…..inilah yang disebut oleh Raffles disebut Dislocating System….artinya sejak Blambangan dibelah menjadi 2 oleh VOC….wong Blambangan digiring untuk masuk ke Banyuwangi ,atau dibantai terutama setelah Perang Wong Agung Wilis dan P. Jagapati ……..baca selengkapnya Genocida wong Blambangan …kedua tulisan diatas dapat dicari .dihttp://padangulan.wordpress.com.

    padangulan.wordpress.com

    MENGUNGKAP JATI DIRI WONG BLAMBNGAN/ MAJAPAHIT KEDATON WETAN ( BANYUWANGI,JEMBER, BONDOWOSO, SITUBONDO,LUMAJANG.)
  • Rofik Laros dri ket mbak ira mungkin dapat disimpulkan bahwa wong osing/blam sudah ada pada saat blam masih berpusatdi panarukan.ketika pemeritahan di panarukan blm ada intervensi bali.dan secara gak langsung mementahkan teori yg menyatakan bahwa wong osing adalah keturunan bali.
  • Widi Sayu Wiwit hing kejepit klendi kang.. kulon wetan kidul wong jowo.. mung sisi lor byain mage nyambung ambi wong using genteng..
  • Widi Sayu Wiwit hing kejepit klendi kang.. kulon wetan kidul wong jowo.. mung sisi lor byain mage nyambung ambi wong using genteng..
  • Arif Wibowo Isun magih bingung iki masalah wong banyuwangi khususe lan blambangan umume, terutama masalah corak kehidupan masyarakate (budaya, bahasa, adat istiadat, dll hang magih dilakoni ambi sebagian daerah2 hang ditulis mbak ira iku ), opotah iku kabeh kebentuk pasca perang puputan bayu? Mergane budaya,bahasa lan adat istiadate wong banyuwangi hang saiki iki adoh ambi budaya keraton (keraton blambangan)? Lan paran maning budaya banyuwangi/blambangan hang saiki mgih berkembang iku sing ono campur tangan keraton, lan teko masyarakat biasa (petani)?
    opotah kekayaane budaya banyuwangi/blambangan iki lunturane budaya kerajaan hang berkembang ring masyarakat? 
    Opotah bener dung ono pernyataan gedigi “Keberagaman lan anane nilai2 spiritual ring adat2 lan budaya masyarakat banyuwangi/blambangan iku lunturane agunge peradaban kerajaan blambangan, iku baen hang magih berkembang ring masyarakat, paran maning peradaban hang berkembang ring keraton kerajaan blambagan aju sepiro megahe” 
    Acake kepundi niki dulur?
  • Widi Sayu Wiwit isun setuju kang.. adat budaya using temenan nono tunggale wih..
  • Rofik Laros dak kejepit suwi2 biso ilang wid,,padahal kang aran gambiran ik duwe –sejarah dewek————According to Babad Tawang Alun, the inhabitants of this village were saddened when Wilis left for Bali, and they soon established a new settlement which they called Gambireng (now Gambiran) which means ‘happy’. Babad Tawang Alun, canto viii: 12-18, in Winarsih Arifin, Babad Blambangan, 78-79.——Menurut Babad Tawang Alun, para penduduk desa ini yang sedihketika Wilis berangkat ke Bali, dan mereka segera mendirikan pemukiman baru yang merekadisebut Gambireng (sekarang Gambiran) yang berarti ‘bahagia’. Babad Tawang Alun, canto
    viii: 12-18, di Winarsih Arifin, Babad Blambangan, 78-79.—-https://openaccess.leidenuniv.nl/bitstream/handle/1887/12547/03.pdf?sequence=11
  • Rofik Laros @rif,biso been bahasa osing bido ambi bahasa keraton taping yo hing adoh2 nemen.kadung teko pemakaian bahasa mungkin bedo antara bahasa formal/kraton ambi bhs rakyat .polae wong kraton dewek magih ono ketrunan s agung . koyo dene saikai wong osing dong ono acara resmi yo nganggo bhs formal/boso alus/besikian. taping sedino3 tetep nganggo boso blambangan( koyo sair gending gandrung,podo nonton,sekar jenang dll)).wong kraton berkomunikasi ambi rakyate yo kemungkinan nyeremped nganggo boso osing pisan , koyotah mas rempeg dewek asale yo teko deso pakis,agung wilis pas ring gambiran,pelarian sisa kasjar bayu nyang petang,bekas krajaan macan putih yo digu pisan,100% penutur osing.dadi bio been dak surat2 kerajaan bengen uneke yo nganggo boso alus/jowo(kang dadi acuan peneliti saikai). kemungkinan unsur budaya kraton ilang polahe mulo blambangan diantem2 perang trus..koyotah jare bengen ono wayang gambuh,wayang takul ,gitikan kang saiki sing ono abhane maning.
  • Pranowo Tjokrowinoto nong pekalongan, ono maning kang ngango boso osing yo isun ikai,
  • Sumono Abdul Hamid @ Arif ……Bedo ambi Budoyo Mataram kang bersumber ambi keraton, feodalisme ……Budoyo Blambangan koyo dene Budoyo Bali lan Budoyo Islam , berasal teko ritual keagamaan……dadi sing ono budoyo deso lan budoyo keraton….kabeh podo….kerono ritual agama ring keraton podo ambi ritual ring deso…..untuk pengiring budoyo yo podo ….contoh angklung…..utowo rebana……Kadung Budoyo Mataram iku budooyo keraton/feodal…..Ring Keraton ono langendriyan , ceritane tentang rojo rojo, tambuhan akeh maceme……tapi ring deso, kang ono mung jaranan…..tambuhane yo sederhana asal muuni bain……………………… Tentang boso……mergo dislocating system , Tumpas Kelor, Genocida….nang History of Jawa ( Raffless) lan Hegemoni Blambangan ono daftar cacah jiwa……..contoh Alasmalang kari 5, Rogojampi kari 30 , Genteng kari 15…..malah ono deso kang enteng penduduke……padahal sakdurunge Genocida ,rata penduduk desane diatas 100…..penduduk Senthong ( Situbondo , Bondowoso ) Kedawung ( Jember) ilang dari daftar…..dadi boso Blambangan yo hancur lebur…..sakbenere boso Blambangan iku yo ono anggah unguhe…..contone ring Babad Wilis….iki karangane Purasastra tahun1774. Tapi alhamdulillah boso Blambangan iku magih duwe Wirama…..mangkane biso dadi lagu……
  • Widi Sayu Wiwit rofik.. isun malah buru weruh kang..kadung gambiran iku bengen arane gambireng..
  • Sumono Abdul Hamid @ Rofik ….ring blog isun …ono kang nulis ….teko Panarukan, Gersik, lan Maluku…ono sekelompok penduduk kang magih menggunakan kata Isun/Ingsun….serto isun cek ….ternyata Sunan Giiri…..pernah mengirim bantuan tentara ke Maluku….dadi diperkirakan waktu masa Sunan Giri, banyak santri teko Blambangan …..lan ikut dalam penyebaran Islam
  • Rofik Laros alak, iyo wyak pran..lalai.hehe..@wid,abero hiro takokaen ambi buyut2 hang ring gambiran, cocog nawai..
  • Widi Sayu Wiwit ring gambiran iku ono makame mbyah wongso.. jare salah siji sesepuhe deso kene .. kuburane di jiarahi kadung arep repot.

Komentar

  • margono  On November 25, 2013 at 11:28 pm

    Bek kari asik podo. Isun milu seneng lek kadung riko nggoleki asal-usul

  • Erfan Afiat Sentosa  On Desember 23, 2014 at 8:06 am

    melu sinau,

  • triOyanow  On April 27, 2016 at 2:29 pm

    Wis aja di tangisi wis aja di getuni wong wadon pirang2 lamun ana sing laka stia ne. Allo kenalaken sun iki wong cirebon ? Aja menkonon sira2 pada kitane mah pada bae wong jawa ne tapi kenang apa kitane di pisah ana jejeran jagat jawa kiyen. Sira2 pada apa bli reti lamun kita ne pada jawane.

  • triOyanow  On April 27, 2016 at 2:33 pm

    Pekalongan dudu budoyo mataram. Sima maharani. Kerajaan kalingga kerajaan tertua. Hindu pertama neng pulo jowo. Boso ne ae. Melayu kuno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: