Osing Bangkit

Wong Blambangan.

Angin semilir mendayu -dayu, kabut putih seputih bulu macan putih menyelimuti lereng gunung raungdipagi ini ,dinginnya air dan udara pagi menambah malas untuk beranjak dan beraktifitas. lereng pegunungan raung bagian wetan masih berdiri tegak walaupun jaman sudah berubah.di terak banyu hang belabor. .
sejarah perjuangan Bre wirabumi, Ronggolawe, Minakjinggo,tawang Alun,RempegJogopati,sayu wiwit ,agung willis seakan sejarah ini baru saja terjadi. Tak dapat dipungkiri kesemuanya adalah rentetan perjalanan sejarah yang melahirkan sebuah cikal bakal satu sebutan daerah brang wetan “Blambangan”.
Wong blambangan ini masih tersisa dengan lebih dikenal dgn sebutan “suku Osing”. Atau juga “using” yang artinya “tidak”.sama dengan bahasa bali sing berarti tidak.walau sebenarnya wong blambangan ini tidak tahu ,kenapa diberi nama suku osing.

Mengapa disebut sisa- sisa….??menurut rafles laskar blambangan ini sebelumnya bejumlah hampir 80.000 an.tapi semenjak adanya perang bayu,yang terletak didaerah songgon dilereng pengungan raung.perang ini banyak menelan korban. penduduk blambangan berubah turun drastis hanya tinggal 8000 an saja.perang ini bisa juga di sebut genocida.tetapi pemusnahan secara sistematis ini seakan-akan ditutupi agar tidak muncul dipermukaan.Dan bagaimana cengkraman penjajah yang yg dari dulu mempengaruhi watak para tokoh tersebut .seprti yang sudah ada yaitu terkenal tegas,brangasan,ceplas,ceplos apa adanya.tanpa menyimpan sesuatau di belakang.”merah tetap merah,hitam tetap hitam” tanpa tedeng aling-aling.karakter ini sudah sejak ada turun temurun. dari para leluhur sehingga karakter ini masih melekat pada keturunan /wong osing hingga sekarang. Sehingga karakter ini mempangaruhi perjalanan tokoh para leluhur yg penuh dgn pergolakan .nurani memberontak bila melihat keadilan yang terkoyak, bila terlihat ketidaksesuaian antara hati dan realita .sehingga mengakibatkan pemberontakan bathin yang akhirnya menimbulkan gesekan-gesekan yg ujungnya adlah perang.apalagi di dukung oleh watak/karekter yang sudah menjiwa.”merah tetap merah,hitam tetap hitam”.
Karakter wong blambangan akan muncul bila terjadi ketidakberesan/ketidakadilan ,secara spontan dan menimbulkan gaya lama para leluhurnya,yang cenderung ceplas-ceplos diringi dengan intonasi suara yang berat .mirip logat batak .

Falsafah aclak,Ladhak, bingkhak,Gathak
gaya lama ini dalam kehidupan sehari-hari wong blambangan/osing tercermin dalam falsafah “Aclak,Ladhak,Bingkhak,Gathak”.pengertian aclak lebih cenderung gaya bicara yang ekspresif, dinamis, dan dramatis, sehingga yang diajak bicara merasa yakin dengan apa yang dibicarakan. Apalagi jika diucapkan dengan bahasa Using yang kental. Pengertian Bingkak lebih mendekati egaliter. Bagi Whong Using, setiap orang itu sama. Orang desa dan kota itu sama, pejabat dan rakyat itu sama,pedagang dan petani itu sama, kaya dan miskin itu sama, tua dan muda itu sama, mengapa harus dibedakan? Sebab yang berbeda itu hanya tempatnya, hanya kedudukannya, hanya pekerjaannya, hanya nasibnya, dan hanya usianya.
Pengertian ladhak,Ladhak tidak berarti angkuh tapi teguh pendirian yang cenderung tanpa kompromi.seperti para leluhur yg cenderung ladhak-ladhak
Sedangkan “Gathak” adalah sikap yang berani ambil resiko tanpa memperdulikan akibat dibelakangnya.sikap gathak akan muncul bila merasakan adanya ketidak beresan/ketidakadilan.
Falsafah,aclak,ladhak,bingkak,gathak sangat terasa kental di kehidupan wong blambangan pada tahun-tahun 70 an .sekarang pelan-pelan falsafah ini sudah terkikis dikehidupan masyarakat yang cenderung mengikuti budaya baru yang masuk.
sikap/falsafah ini banyak mempengaruhi kehidupan wong osing pada umumnya dalam arti yang masih asli.atau yang belum terkontaminasi pengaruh budaya luar.sehingga kesan yang ditimbulkan seakan-akan wong blambangan ini “ngamukan” .tidak bisa dipungkiri wong osing asli karakternya mengikuti gaya lama leluhurnya .
tapi penafsiran dari luar lain dengan apa yang terjadi di wilayah karakter wong blambangan sendiri.yang pada umumnya selain wong osing cenderung kurang bisa menerima falsafah ini.dan bahkan memutarbalikkan pengertian2 tersebut. tidak berlebihan jika gaya dan karakter leluhur masih mengalir di darah wong blambangan.

Siapa aku?
Sisa- sisa Wong Blambangan, jarang bahkan sama sekali tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya ,asal usulnya,dan siapa leluhurnya.ketidaktahuan ini sejak selesainya perang bayu. Bahwa semenjak pemusnahan wong blambangan ini oleh belanda,seakan telah terjadi perjanjian tidak tertulis bahwa tabu mengungkap/mengingat jati dirinya sendiri yang berhubungan dengan perang tsb.karena takut diketahui identitasnya oleh belanda Diperparah lagi dgn sakit hati akibat ternyata yang memusuhi wong blambangan adalah juga saudaranya sendiri dari madura dan jawa.baca sejarah perang bayu

Ketidaktahuan identitas sejarah, siapa sebenarnya dirinya ,siapa leluhurnya ,sehingga menyebabkan wong osing secara umum ataupun perorangan ,dalam mengambil keputusan kolektif sering di ombang-ambing /rebutan suara.baik secara politik , ekonomi dan budaya.
Kebimbangan ini disebabkan kurang adanya kepedulian tokoh-tokoh sentral wong blambangan/osing yang peduli nasib sejarahnya sendiri .tokoh-sentral yang seharusnya menjadi motor penggerak identitas kadang malah memburamkan identitas wong blambangan sendiri. Banyak tokoh sentral membiaskan budaya wong blambangan sendiri.seperti enggan untuk berbahasa dengan bahasanya sendiri..sehingga keraguan dengan karakter budaya ini secara pelan-pelan diikut oleh masyarakat umum.
Ketidaktahuan atau kebimbangan identitas ini sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun semenjak berakhirnya perang bayu.sehingga dalam perjalananya banyak mempengaruhi kehidupan wong osing.salah satunya adalah factor bahasa. Pengguna bahasa osing aktif yang dulunya digunakan sehari-hari, sekarang hanya saat-saat tertentu saja .
Pembiasan identitas wong blambangan yang dilakukan oleh wong blambangan sendiri ini sangat kontras dengan suku yang lain yang lebih menghargai leluhurnya sendiri.ambil contoh adalah suku minang. Dimana suku minang sangat bangga dengan identitasnya sendiri sebagai suku minang di daerah sumatera.dari kalangan bawah sampai atas bangga dengan identitasnya sendiri.ini .salah satunya dimanapun suku minang berada selalu menggunakan bahasanya sendiri bila bertemu dengan saudara-saudaranya satu daerah dimanapun berada.baik itu pedagang,sopir preman, pegawai negeri ,pengusaha,pejabat dll.
Sehingga dalam perkembangan bahasa minang secara otomatis berkembang dengan sendirinya sampai lintas propinsi.di daerah manapun dan tidak lagi orang enggan berbahasa minang.sebagai contoh adalah Riau, riau yang notabene identik dengan daerah melayu dalam perkembangan bahsa sehari-hari orang riau adalah bahasa minang. Bagaimana dengan wong blambangan……..?????

Kenapa osing?
Awal Sebutan “osing” juga masih perlu dipertanyakan data2nya .sebutan osing lebih cenderung bahwa , penduduk baru di tlatah blambangan yang merasa asing dengan adanya perbedaan bahasanya/penduduk baru dengan penduduk lama . dan akhirnya pelan-pelan sebutan ini melekat .ditambah lagi dengan kesengajaan wong blambangan yang menutup diri dari peradaban luar, akibat dari perang bayu yg banyak memakan korban nyawa .
perbedaan karakter,budaya,bahasa inilah yg menjadikan wong blambangan disebut wong osing oleh penduduk baru .

Saksi bisu yang tertinggal
Dapat dibayangkan berapa jumlah orang sampai ribuan . dalam perang bayu 72.000 orang melayang .bisa dibayangkan berapa pengikut dari Rempeg Jogopati,mulai dari prajurit,pengawal,senopati nya.dan tidak mustahil bahwa banyaknya makam-makam yang berserakan diperkampungan dikeramatkan penduduk sampai sekarang ini adalah saksi bisu para lascar blambangan. Seperti makam,buyut munir dilongon,buyut jaten di bareng,buyut ndalau disangkur,buyut sakiyan ditosari,buyut cili.dan masih banyak makam yg belum jelas dan banyak terdapat di persawahan,bukit.yang perlu diungkap siapa sebenarnya para penghuni saksi bisu ini.

Bersambung………………

Osing.K

Komentar

  • Andy Suherman (@Andy_Suhermann)  On Oktober 5, 2011 at 6:56 pm

    nong Songgon ono makam buyut Siun kang…..

    • osingkertarajasa  On Oktober 8, 2011 at 12:56 pm

      ring songgon pinggir ndai….kiro2 bengen critone buyut siun iku klendai?

    • Budi Sumur  On Juli 6, 2012 at 5:00 pm

      Ning Songgo yo ono Buyut Tengoro

      • osingkertarajasa  On September 3, 2012 at 6:07 pm

        kuburane buyut tengoro ono ring pinggire bayu hang ono jajang2an iko ta man?

      • budilaros75@yahoo.co.id  On Juni 1, 2014 at 6:18 am

        iyo bener…riko wes tau nang kuburane buyut tengoro tah

      • osingkertarajasa  On Agustus 9, 2014 at 12:37 am

        wis man…

    • dewa  On April 1, 2013 at 9:31 am

      SEKARANG PARA SISA2 KETURUNAN BLAMBANGAN DARI RADEN MAS WILIS SERTA PARA PATIH DAN PENGIKUT NYA SUDAH MERAPATKAN BARISAN DI BALI, GUNA MELAKSANAKAN UPACARA NGELUWER, ATAU UPACARA PENYATUAN BADAN SERTA KEPALA DARI BHATARA JURU RAJA BLAMBANGAN YANG DI PENGGAL OLIH SENOPATI DARI KERAJAAN GEL2. SAYA SEBAGAI SALAH SATU DARI SEKIAN BANYAK KETURUNAN RADEN MAS WILIS SANGAT BANGGA ATAS PERJUANGAN LELUHUR KITA DALAM MEMBELA TANAH AIR. DAN MARI KITA SEBARKAN PATRIOTISME DAN RASA NASIONALISME RAKYAT BLAMBANGAN.

    • Wahyu Busthomi  On April 6, 2016 at 5:25 am

      Kang Buyut siun iko silsilah soko ngendai??? Pengen ngertai critoe

  • arsitek kampung  On Desember 9, 2012 at 10:09 am

    Mampir sulung..,
    Kulonuwon,,,

    Ojo isin-isin ngomong coro banyuwangen/using……
    Osingkertajasa iki hang duwe man Rofik Laros iko tah?

  • arsitek kampung  On April 22, 2013 at 6:22 pm

    Temena Man Ropik,,,,kudu wong-wong nduwur iki nguweni tulodho ngomong usingan ring endi baen. Isun iki ping kaping-kaping moconi artikel riko iki, Sun rasak-rasakaken yo temenan. Ono pandangan dualisme coro pikir nong masyarakat using banyuwangi iki, Boso Using identik ambi bosone wong deso, bosone wong hing berpendidikan lan bosone rakyat jelata, sedeng boso jowo utowo boso indonesia identik ambi bosone wong kutho, bosone wong berpendidikan, lan bosone wong mapan…… iyo roh.,,?
    Isun kadine kadung ono wong nong desonisun ngajari anake omongan coro indonesia seru loro ati iko,,,, kiro2 apuwo seh kadung nganggo coro usingan ikau, heran iko isun. Serto keroso keluargane iki mapan, aju cacak-cacak ngajari anake indonesian…padahal uripe yo tetep nong kono, emak-bapake yo aseli wong kono baen.

  • Agus Laros Jajag  On Juni 6, 2013 at 2:36 am

    dhulur-dhulur khudune generasi penerus wong using mulai sak iki kudhu biso njogo adat istiadat lan bahasa using….LAROS JAJAG

    • ripto songgon  On Agustus 2, 2013 at 10:22 pm

      iyo dulur, isun setuju nyang pendapat riko kabeh. isun yo wong osing, masio isun ning suroboyo, sak bendinone isun yo nganggo bahasa osing. sebab isun wong kasian songgon lan rabinisun wong balak lor. tapi kang paling nomer siji, isun pingin melestarikan boso osing, supoyo anak isun sing lali sejarae..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: