SANSEKERTA—-OSING

Bahasa Sanskerta sudah ribuan tahun dikenal di nusantara. Bukti tertua yang sekarang masih ada ialah prasasti-prasasti yang ada di Kutai, Kalimantan Timur dan kurang lebih berasal dari abad ke4  dan 5 Masehi.Sansekerta sendiri merupakan bahasa kuno yang digunakan oleh para leluhur – leluhur di Indonesia dalam berkomunikasi dan berinteraksi dalam masyarakat ketika itu. Mempunyai arti bahasa dan budaya. Bahasa Indonesia sendiri yang digunakan oleh masyarakat tidak luput dari bahasa Sansekerta, hal ini dapat terlihat dari banyaknya kata serapan yang terdapat di bahasa Indonesia yang aslinya merupakan bahasa Sansekerta.

Karena keberadaan bahasa Sanskerta di Nusantara sudah lama, sudah tentu banyak kata-kata dari bahasa ini yang diserap dalam bahasa-bahasa  di indonesia seperti Bahasa indonesia,osing, Jawa, Sunda, Bali  ,tengger,dll .

ada beberapa kosa kata bahasa osing  yg sebelumnya asing di telinga ternyata dapat ditemukan dalam kosa kat sansekerta, misal:

mamud(sansekerta)—mamud (osing)= musnah
aglis (sansekerta)—gelis (osing)=cepat
agul-agul(s)—-anggul anggul(o) = kebanggaan
agyat(s)—giat(o) = rajin
aki(s)—-kakik(o) = kakek
aluk(s)—- aluk (o)= lebih baik
among(s)—mung = hanya
anapi (s)—-naping(o) =tapi
ancik(s)—-ancik(o) = tumpang
ancas : tujuan, maksud; ngancas : memintas jalan( sansekerta) ——ancas= mengancam utk mencapai tujuan(osing)
mancad(s)—–mancad-pancad(o) = injak
mandene(s)—mandeneo(o)= alangkah ,andaikan
omprot—–momprot = bertaburan
suwak(s)—–suwak(o) = robek,rusak
keduhung(s)—–keduhung(o)= menyesal
jonggrang—jongglang= besar,tinggi

gipih (sansekerta)—-gopoh(osing) = tergopoh-gopoh

imuk (sansekarta)—–imuk(osing) = amuk

ingkang (sansekerta)—-kang(osing)= yang
ingsun (sansk)——isun((osing) = saya, aku
yaiku (s)—–yaiku(o) = yaitu
emung (s)—–mung(o) =hanya, Cuma
gépor s)——–empor(o) =lelah kaki, lunglai
kebek (s)——-kebek(o) = penuh sekali
kelir (s)—-kelir(o) = 1 kelir, layar, tirai; 2 warna
koclak (SANSEKERTA)—-koNclak (osing)=bergoyang, tidak penuh
krana (s)—–kerono(o) =karena, sebab
kadi (s)——kadine (o)= seperti
kadug (s) ——GADUG(O)= sampai, dapat mencapai
kaju, kajo (S)——-kaju,kajon(o) =heran, tercengang
karut (s)——–larut (o) = hanyut
kontab(sansekerta)——-montab(osing)= bangkit amarahnya, tersulut

Larab(sansekarta)—-nyarab(osing) : datang
larad (sansekerta)———-larad(osing): hanyut ,
laré (sansekerta)———lare(osing) : anak
lumuh (sansekerta)=bosan ,malas——lumuh (osing) biarkan saja ,malas ngurus 
mangkat (sansekerta) ———-mangkat (osing): berangkat, bertolak
maning (sansk)—–maning(osing) : lagi, dan
manolan (sansk) kuli, buruh——-manol(osing)= buruh angkat padi dgn sepeda
mari(sansk)———mari(osing) : sembuh, selesai
nandangi (sansk)——–nandangi(osing): mengerjakan, melakukan
obos (sansk)——obos (osing) : omong kosong, membual
obyok(sansk) : cucian secara bersama-sama——–obyog (osing)= ribut bersama-sama
obyor(sansk)———-mobyor(osing) : berkilauan, menyala-nyala, bersinar terang
parek (sansekerta)————parek (osing): dekat, akrab.

bersambung…………

oleh: Rofiklaros

Komentar

  • yawadwipa  On Juni 13, 2016 at 1:08 pm

    lebih tepatnya itu bhasa yawa bukan sansekerta
    bhasa sangsekerta aslinya hanya mengenal vowel A I dan U
    huruf O dan E hanya karena diftongisasi,tapi lama kelamaan dalam sanskrit classic huruf O dan E itu muncul ….

    dan bhasa sansekerta tidak mengenal kata kerja seperti itu..kata kerja dalam sansekerta sangat rumit ,,ada grammarnya..konjugasinya..satu akar kata bisa membentuk ribuan arti kata baru …itulah hebatnya sansekerta…warisan leluhur kita…sayang…bahasa ini punah semenjak penduduk nusantara masuk agama islam

    jika anda mengenal vedic sanskrit maka anda tak kan menemukan vowel O dan E

    saya bisa pastikan warisan kata diatas bukan dari sansekerta melainkan yawa kuna/kawi

    memang yawa kuna banyak campur dengan sansekerta…tapi menurutku yawa kuna pun punya bhs sendiri yaitu kawi…root kata kerja juga ada yg beda dari sansekerta…
    tapi secara grammar,sandhi dll persis dengan sansekerta

    bhedanya bahasa kawi tak punya verb conjugation yg kompleks seperti sansekerta

    bhs kawi sama dengan bhs yawa sekarang dalam hal verb yaitu hanya ada dua infix/sisipan “um” dan “in” ,,um sendiri adalah untuk kata mengerjakan sedangkan in untuk dikerjakan

    moco/maca/woco/waca=membaca …itu serapan sansekerta..berasal dari root vac yg artinya speak ,,,uvāca (he speaks)

    root vac/wac ini dalam bhs indonesia membentuk kata membaca,wacana

    wacana -> waca+ana =wacāna/vacāna

    sirah(kepala)->dari sansekerta
    kepala->dari sansekerta kapala

    masih banyak lain2nya …..

    giri->gunung
    wonogiri->hutan gunung->vana(hutan)+giri(gunung)

    dll…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: