Tata Bahasa Osing

by: Na2nk
Bahasan Pertama kali ini akan saya akan coba mengulas Tentang Sufiks ( akhiran dalam bahasa Osing )

Salah satu contoh kebiasaan berbahasa Osing dengan Struktur Bahasa Osing yang tak lazim adalah… Seringnya kita melupakan fungsi makna akhiran ” -no ” dan ” -akên ” dalam sebuah Kata Kerja dalam Bahasa Osing. Baiklah..pada kesempatan kali ini saya mencoba mengulasnya secara sederhana.
Kata kerja + akhiran ” -no ” dalam bahasa osing berarti ” meminta atau memohon juga memerintahkan kepada lawan bicara kita untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan dari Kata kerja itu sendiri ”
Contoh :
Tulung balèkêno irig iki nyang umahé wak patonah.
Kata kerja + akhiran ” -akên ” dalam bahasa osing berarti ” Si pembicara melakukan suatu tindakan atau perbuatan dari Kata kerja itu sendiri ”

Contoh lazim:
Irigé wis sun balèkakên nyang umahé wak patonah.
Contoh yang tak lazim:
Irigé wis sun balèkêno nyang umahé wak patonah.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: